Partai Pemuda Indonesia (PPI) mengajak parpol yang tidak lolos verifikasi Depkum HAM untuk bergabung membentuk barisan nasional pemuda. PPI memang tidak ikut verifikasi di Depkum HAM. Tapi, PPI sudah lolos serta memiliki badan hukum dan tinggal ikut verifikasi di tingkat KPU.
Pengesahan PPI ditandai dengan turunnya Surat Keputusan Menkum HAM No: M.HH-13.11.01 Tahun 2008 tertangal 17 Maret 2008 tentang Pengesahan Perubahan Nama, Lambang, dan Tanda Gambar PDKBI (Partai Demokrasi Kasih Bangsa) Menjadi PPI.
’’Saya mengajak parpol yang gagal tersebut bergabung dengan PPI membentuk barisan nasional pemuda,’’ kata Ketua Umum PPI Hasanuddin Yusuf kemarin.
Menurut Hasanuddin, barisan nasional pemuda sangat diperlukan untuk menentukan arah negara dan rakyat Indonesia. Sebab, kegagalan kaum tua saat ini sudah mencederai rasa keadilan bagi rakyat untuk hidup sejahtera. ’’Konsep yang disiapkan PPI adalah bagaimana menekan angka kemiskinan sehingga kemiskinan tidak hanya alat politisasi elite guna meraih kekuasaan semata,’’ kata ketua umum KNPI itu.
Sejarah bangsa, kata Hasanuddin, mencatat bahwa di saat-saat genting dan kritis, pemuda selalu tampil di garda depan sebagai penyelamat. Barisan nasional pemuda yang akan digalang PPI diharapkan bisa mengurai benang kusut yang membuat Indonesia tidak mampu melepaskan diri dari segala persoalan sehingga kita tertinggal dengan negara-negara tetangga.
Filed under: Politik | Tinggalkan sebuah Komentar »

